Minggu lalu ada seorang kawan yang memperkenalkan kakak perempuannya kepada saya, dengan kalimat tambahan : “Bu, ini kakak saya mau belajar menyulam”
Wah, ya ayo, jawab saya, jadi kami janjian ketemu untuk menyulam bersama.
Hari pertama berjalan dengan lancar, empat jam menyulam diselingi dengan banyak cerita, ternyata, pengalaman ‘murid’ saya tersebut banyak, beraneka ragam, dan beliau banyak menceritakan ha-hal tentang kota tempat tinggalnya.(beliau tinggal di Kalimantan).
Hari kedua, lima jam menyulam dengan banyak cerita-cerita, malahan , gara-gara kacamata beliau ketinggalan di rumah, jadi pakai kacamata saya (cadangan) yang kok ukurannya ya passs banget.
kami menyulam aneka tusukan, dan peng-aplikasi-annya, maksudnya gambar-gambar seperti ini menggunakan jenis tusuk ini, gambar-gambar itu menggunakan jenis tusuk itu, dan serunya, beliau kurang suka belajar dengan melihat buku, beliau lebih suka belajar langsung praktek.
Hari ketiga, saya bilang kalau semua jenis tusukan sudah dicoba, cuman ini ada satu jenis tusukan yang belum, ibu mau belajar tusuk ini? saya menawarkan, (saya sendiri belum sempat menyulam yang dengan menggunakan jenis tusukan tersebut), dan beliau menjawab: mau!
Saya mencoba memahami gambar dalam buku dan mencoba, satu kali gagal, dua kali gagal, akhirnya saya menyimak gambar dengan seksama, dan ternyata memang step saya kurang tepat, makanya hasilnya juga ngga bagus.
Saya bilang ke Ibu murid saya, wah ! Bu, ni saya juga belajar nih ya…, soalnya saya belum pernah makai jenis tusukan ini, jawab beliau, ooo ga papa bu, ibu coba2 dulu sendiri , nanti kalau sudah bisa ibu kasih ajar saya, so wise, dan saya jadi ngga tengsinkan, namanya juga belajar bersama, hehehehe
Terima kasih Ibu Yuni, karena kita telah sempat bertemu,